Profil Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib: Ulama Mesir Berpengaruh dan Tokoh Moderasi Islam Dunia

Profil lengkap Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, ulama Mesir paling berpengaruh di dunia. Simak perjalanan hidup, pendidikan, karier, kontribusi moderasi Islam, hingga peringkatnya di The Muslim 500.

Profil Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib: Ulama Mesir Berpengaruh dan Tokoh Moderasi Islam Dunia

Grand Syekh Al-Azhar yang Berpengaruh di Dunia Islam

Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyib merupakan salah satu tokoh ulama Islam paling berpengaruh di dunia saat ini. Ia menjabat sebagai Grand Syekh Al-Azhar, posisi tertinggi dalam lembaga pendidikan Islam Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Al-Azhar sendiri merupakan salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan paling prestisius di dunia yang berdiri sejak tahun 975 M. Melalui posisi tersebut, Ath-Thayyib memimpin jaringan pendidikan Islam yang sangat luas, termasuk ribuan sekolah dan universitas Al-Azhar yang tersebar di berbagai negara.

Kiprah dan pengaruhnya menjadikan Ath-Thayyib sebagai figur penting dalam mempromosikan Islam moderat, toleransi, serta dialog antaragama di tingkat global.

Lembaga pemeringkatan internasional The Muslim 500 bahkan secara konsisten menempatkannya dalam daftar tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.

Latar Belakang & Pendidikan Awal

Prof. Ahmad Ath-Thayyib lahir pada 6 Januari 1946 di Luxor, Mesir, sebuah wilayah di Mesir Hulu yang memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat.

Ia berasal dari keluarga Muslim Sunni yang dikenal memiliki latar belakang spiritual dan tradisi tasawuf (sufi). Bahkan, sebagian sumber menyebutkan keluarganya memiliki garis keturunan yang terhubung dengan Hasan bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW.

Sejak kecil, Ath-Thayyib telah mendapatkan pendidikan agama yang kuat. Ia menghafal Al-Qur’an dan kemudian melanjutkan pendidikan formal di lingkungan Al-Azhar.

Perjalanan akademiknya berlangsung sepenuhnya di Universitas Al-Azhar Kairo, salah satu pusat kajian Islam terbesar di dunia. Ia meraih:

  • Gelar Sarjana Filsafat Islam pada tahun 1969
  • Gelar Magister Filsafat Islam pada tahun 1971
  • Gelar Doktor (Ph.D.) dalam Filsafat Islam pada tahun 1977

Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, Ath-Thayyib juga sempat mengikuti program akademik di Universitas Paris, Prancis pada periode 1977 hingga 1978 untuk memperdalam kajian filsafat.

Bidang keilmuan yang menjadi fokus utamanya meliputi filsafat Islam, teologi Sunni, tasawuf, dan pemikiran Islam klasik.

Karier Akademik di Universitas Al-Azhar

Karier akademik Ath-Thayyib dimulai sebagai dosen di Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar. Berkat keahliannya dalam bidang filsafat Islam, ia kemudian diangkat menjadi Profesor Filsafat Islam pada tahun 1988.

Selama karier akademiknya, ia dipercaya memegang berbagai posisi penting di lingkungan Al-Azhar.

Ath-Thayyib pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin di Qena pada tahun 1990 hingga 1991, kemudian kembali dipercaya sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin di Aswan pada periode 1995 hingga 1999.

Pengalaman akademiknya juga meluas ke tingkat internasional. Pada tahun 1999 hingga 2000, ia menjadi Dekan Fakultas Ushuluddin di International Islamic University Islamabad, Pakistan.

Pengalaman tersebut memperkuat reputasinya sebagai akademisi Islam yang memiliki pengaruh global.

Grand Mufti hingga Grand Syekh Al-Azhar

Karier Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib terus berkembang hingga mencapai posisi penting dalam kepemimpinan keagamaan di Mesir. Pada tahun 2002, ia diangkat sebagai Grand Mufti Republik Mesir, yaitu otoritas tertinggi yang bertanggung jawab dalam pemberian fatwa keagamaan di negara tersebut. Ia menjalankan tugas ini hingga tahun 2003, sebelum kemudian dipercaya memegang peran yang lebih besar di dunia pendidikan Islam.

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Grand Mufti, Ath-Thayyib ditunjuk sebagai Presiden (Rektor) Universitas Al-Azhar pada tahun 2003 hingga 2010. Dalam masa kepemimpinannya, ia berupaya memperkuat sistem pendidikan di Al-Azhar sekaligus meningkatkan peran universitas tersebut sebagai pusat kajian Islam yang mampu menjawab tantangan dunia Islam modern.

Puncak kariernya terjadi pada Maret 2010, ketika ia diangkat sebagai Grand Syekh Al-Azhar oleh Presiden Mesir saat itu, Hosni Mubarak. Ia menggantikan Grand Syekh sebelumnya, Dr. Muhammad Sayed Tantawi, yang wafat pada tahun yang sama.

Sebagai Grand Syekh Al-Azhar, Ath-Thayyib memegang posisi yang sangat berpengaruh dalam dunia Islam Sunni. Ia tidak hanya memimpin Universitas Al-Azhar, tetapi juga menjadi salah satu otoritas keagamaan paling penting di dunia Islam, dengan peran besar dalam membimbing jaringan pendidikan Al-Azhar serta menyuarakan nilai-nilai Islam moderat di tingkat global.

Penghargaan dan Pengaruh Global

Atas kontribusinya dalam dunia Islam dan upaya membangun perdamaian global, Ath-Thayyib menerima berbagai penghargaan internasional.

Beberapa penghargaan penting yang pernah diterimanya antara lain:

  • Order of Independence dari Raja Abdullah II Yordania pada tahun 2005
  • Sheikh Zayed Book Award sebagai Cultural Personality of the Year pada tahun 2013
  • Warga Kehormatan Kota Samarkand di Uzbekistan pada tahun 2020

Pengaruhnya juga diakui secara global melalui laporan tahunan The Muslim 500, yang menilai tokoh-tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.

Ath-Thayyib pernah menempati peringkat pertama sebagai Muslim paling berpengaruh pada tahun 2017 dan 2018. Sementara dalam edisi 2026, ia masih berada dalam peringkat enam dunia.

Penutup

Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib merupakan salah satu tokoh ulama paling berpengaruh di dunia Islam modern. Dengan latar belakang akademik yang kuat dan posisi strategis sebagai Grand Syekh Al-Azhar, ia memainkan peran penting dalam menyebarkan pemahaman Islam yang moderat, toleran, dan terbuka terhadap dialog antaragama.

Melalui berbagai inisiatif global, konferensi internasional, dan kerja sama lintas agama, Ath-Thayyib terus berupaya menjadikan Al-Azhar sebagai pusat penyebaran Islam moderat yang membawa pesan perdamaian bagi dunia.

Tak heran jika hingga saat ini Universitas Al-Azhar tetap menjadi destinasi utama bagi pelajar Muslim dari seluruh dunia yang ingin memperdalam ilmu agama secara langsung di pusat peradaban Islam tersebut.

Bagi Anda yang bercita-cita belajar di Al-Azhar, penting untuk memahami jalur pendidikan yang tersedia, mulai dari program Ma’had hingga kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo.

Simak panduan lengkapnya di sini:

Program Mahasiswa Al-Azhar Mesir
Program Ma’had Al-Azhar Mesir

Artikel Lainnya

Rekomendasi bacaan seputar program ibadah, pendidikan Al-Azhar Mesir, dan informasi terbaru dari Dunia Tour Travel.

Lihat semua artikel

Daftar Konsultasi Gratis

Ingin merencanakan perjalanan ibadah yang nyaman dan aman?

Klik tombol di bawah untuk terhubung langsung dengan tim Dunia Tour Travel melalui WhatsApp dan dapatkan konsultasi gratis seputar paket umroh, wisata religi, perjalanan spiritual, serta pendampingan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir.

Konsultasi via WhatsApp