Jakarta, 28 November 2025 — Sebanyak 33 pelajar Ma’had dan mahasiswa asal Indonesia diberangkatkan dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Keberangkatan ini merupakan bagian dari Program Al-Azhar Mesir yang dikelola oleh Dunia Tour & Travel bekerja sama dengan Pondok Pesantren Darul Iman Pamolaan serta sejumlah mitra terkait. Melalui program tersebut, akses pendidikan Islam bertaraf internasional terus diperluas bagi pelajar Indonesia yang berkeinginan melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan paling bergengsi di dunia.
Informasi resmi mengenai keberangkatan serta layanan pendidikan dapat diakses melalui situs penyelenggara: Dunia Tour & Travel.
Salah satu peserta, Muhammad Al Ghifari asal Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya menjelang keberangkatan ke Mesir. Ia menyampaikan terima kasih kepada PT Dunia Pertama Wisata dan Pondok Pesantren Darul Iman Pamolaan atas kesempatan yang diberikan untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Dunia Pertama Wisata dan Pondok Pesantren Darul Iman Pamolaan atas kesempatan berkuliah di Universitas Al-Azhar Kairo. Dukungan yang diberikan sejak mengikuti ujian tahdid mustawa hingga proses keberangkatan sangat berarti bagi saya,” ujarnya.
Peserta lainnya, Muhammad Alif Azka asal Narmada, Lombok Barat, turut menyampaikan motivasi dan harapannya sebelum berangkat ke Mesir. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh PT Dunia Pertama Wisata dan Pondok Pesantren Darul Iman Pamolaan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar.
“Saya ingin menimba ilmu secara langsung dari para ulama, berinteraksi dengan pelajar internasional, serta memahami Islam dari perspektif yang lebih luas. Ilmu yang saya peroleh nanti, insya Allah, akan saya aplikasikan setelah lulus agar bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dorongan, doa, serta motivasi dari para guru di pesantren menjadi bekal penting dalam perjalanannya menuntut ilmu di tanah para ulama. Pernyataan tersebut mencerminkan harapan besar bahwa pendidikan di Universitas Al-Azhar tidak hanya menjadi proses akademik, tetapi juga sarana pembentukan keilmuan dan pengabdian kepada umat.
Dari pihak penyelenggara, perwakilan Dunia Tour & Travel, H. Rifqi Khalid, menyampaikan bahwa program keberangkatan pelajar dan mahasiswa ke Universitas Al-Azhar Mesir merupakan salah satu prioritas utama dalam upaya memperluas akses pendidikan internasional. Seluruh tahapan keberangkatan—mulai dari pengurusan administrasi dan dokumen, pendampingan peserta, pengaturan rombongan perjalanan, hingga persiapan setibanya di Kairo—ditangani secara terencana dan sistematis dengan mengedepankan kenyamanan serta keamanan peserta. Dengan pendekatan tersebut, para pelajar diharapkan tiba di Mesir dalam kondisi siap, baik secara akademik maupun administratif.
Sebagai salah satu pusat kajian Islam terkemuka di dunia, Universitas Al-Azhar Kairo terus menjadi tujuan favorit pelajar Indonesia. Setiap tahunnya, ratusan santri dan mahasiswa dari berbagai daerah berangkat untuk mendalami berbagai disiplin keilmuan, seperti syariah, ushuluddin, tafsir, hadis, serta bahasa Arab, di universitas yang telah berdiri lebih dari seribu tahun ini. Reputasi global Al-Azhar menjadikannya pilihan strategis dalam meningkatkan mutu akademik dan kompetensi keislaman generasi muda Indonesia.
Keberangkatan 33 pelajar pada gelombang ini menandai awal perjalanan panjang mereka dalam menuntut ilmu di luar negeri. Antusiasme dan rasa syukur yang disampaikan para peserta mencerminkan besarnya nilai kesempatan ini dalam membentuk perkembangan akademik, sosial, dan spiritual mereka. Dukungan serta harapan dari keluarga, masyarakat, dan pihak penyelenggara turut mengiringi langkah rombongan agar kelak dapat kembali membawa ilmu yang bermanfaat bagi lingkungan masing-masing.
Ke depan, Dunia Tour & Travel menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama dengan pesantren, sekolah, dan berbagai lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pelajar Tanah Air untuk menempuh pendidikan internasional di pusat-pusat keilmuan dunia, termasuk Mesir.